Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province
Selamat Datang di Halaman Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province

DLH Provinsi Jawa Timur Ajak Dunia Usaha Kelola Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) dengan Bijak, melalui Seminar “PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN” di Surabaya.

15 Februari 2018 - 14:30:55 - Hits : 516 - Posted by blhadmin

DLH Provinsi Jawa Timur Ajak Dunia Usaha Kelola Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) dengan Bijak, melalui Seminar “PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN” di Surabaya.

Limbah di Jawa Timur merupakan fokus semua pihak terkait dalam pengelolaannya mulai dari limbah domestik RT, kendaraan bermotor, laboratorium, Rumah Sakit, hingga industri kecil - besar yang notabene penghasil limbah kategori berbahaya dan beracun (B3).

Dari 813.140 unit usaha/industri di Jawa Timur ada 218 industri yang memberikan manifest sebagai industri penghasil limbah B3 dengan potensi limbah sebesar 49 jt ton/tahun ditambah Limbah B3 dari 215 rumah sakit (limbah medis) yang terus meningkat sebesar + 1.9 Jt ton/tahun.

Potensi limbah B3 di Jawa Timur secara keseluruhan adalah sekitar 170 jt ton/tahun, sedang sisanya juga berpotensi besar telah menimbulkan lahan terkontaminasi oleh limbah B3 nya. Sehingga mau dibawa kemana limbah berbahaya tersebut kalo tidak tertangani dengan baik maka Jawa Timur benar-benar menjadi darurat limbah B3.

Dunia Usaha wajib mengelola limbah yang dihasilkan terutama termasuk dalam kategori limbah B3, jangan sampai limbah dibuang begitu saja ke sistem perairan tanpa adanya pengolahan. Walaupun volumenya kecil, konsentrasi zat pencemar yang telah dipisahkan itu sangat tinggi. Umumnya yang banyak terjadi zat pencemar yang sudah dipisahkan (konsentrat) belum tertangani dengan baik, sehingga terjadi akumulasi bahaya yang setiap saat mengancam kesehatan dan keselamatan lingkungan hidup.

Limbah B3 apapun bentuknya perlu dikelola dengan baik dan benar oleh pelaku dunia usaha dan akan diawasi secara serius dan berkelanjutan oleh DLH Prov Jatim. Mengacu pada Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan adanya Peraturan Pemerintah No. 101. Tahun 2014 tentang pengelolaan B3 maka maka seluruh pihak harus komitmen untuk bekerja sesuai dengan perannya dalam penanganan limbah B3. Beban biaya yang tinggi untuk mengolah limbah B3 tidak bisa menjadi alasan bagi Dunia Usaha untuk  membuang limbah B3 ke lingkungan tanpa ijin dan diolah terlebih dahulu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas daerah dari momok limbah B3 dengan membangun kawasan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah (PPSL) B3 di desa Cendoro – Kec. Dawar Blandong Kab. Mojokerto seluas ± 50 Ha. Lokasi lahan telah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan, jauh dari pemukiman penduduk dan bebas banjir karena curah hujan kecil.

PPSL B3 ini akan menjadi tempat pemrosesan akhir sampah/limbah dengan teknologi modern. Selain itu juga akan dibangun sarana industri pengelolaan limbah dan fasilitas perkantoran.

Pembinaan melalui seminar “PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN” dengan tema “KELOLA LIMBAH B3 DENGAN BIJAK” di Grand Mercure Hotel Surabaya, Rabu, 13 Desember 2017, sesuai arahan Wakil Gubernur Jawa Timur (Gus Ipul) akan menjadi kegiatan sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen  bersama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada masa kini dan ke depan bagi generasi selanjutnya.


Info Terkait :


Tinggalkan Komentar

136 + 2 =


  • Copyright © 2018 Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur