INOVASI

Peringatan HPSN 2020, Gubernur Khofifah : Bukan Sekedar Seremoni.

Peringatan HPSN 2020, Gubernur Khofifah : Bukan Sekedar Seremoni.

admindlh | Rabu, 19 Februari 2020 - 11:38:21 WIB | dibaca: 4585 pembaca

Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Taman Rekreasi Sengkaling, di Kab. Malang (18/02/2020). Didampingi Kadis LH Prov. Jatim, Rektor UMM Prof. Fauzan, Wakil Walikota Malang, Dan Armed Konstrad Malang, Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Khofifah menyampaikan peringatan HPSN merupakan inisiasi yang akan menjadi literasi bagi seluruh masyarakat jawa timur untuk hidup bersih dan berwawasan lingkungan. Daya dukung alam dan lingkungan terutama dalam kemampuan menyimpan resapan air harus selalu kita perhatikan dan tidak mungkin hanya dilakukan oleh Pemerintah saja. Pemprov Jatim sedang berusaha menggodok ketentuan dalam pengurusan IMB agar diberikan ketentuan atau persyaratan untuk membangun lubang resapan biopori sesuai dengan proporsi lahan yang dibangun. Hal ini merupakan langkah bersama membangun lingkungan kedepan dimana kelak anak cucu kita tetap akan menerima warisan lingkungan yang baik.

Fakta di lapangan yang terjadi di beberapa daerah bahwa terjadinya banjir lebih banyak disebabkan oleh hilangnya daya dukung alam dan lingkungan. Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa saat ini air tersedia sangat banyak namun mendapatkan akses air bersih tidaklah mudah dan tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan  Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak untuk antisipasi kemungkinan dampak yang akan terjadi khususnya pengelolaan di wilayah sungai. Kondisi sungai-sungai kecil wilayah hilir rata-rata sedimentasi dan aliran nya sudah dalam taraf membahayakan, selain pembersihan enceng gondok, sampah rumah tangga mulai sampah organik dan non organik (sampah popok, kasur, sofa, TV dll) ikut dibuang dan menutupi sungai. Kultur masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran masih terbiasa membuang sampah sembarangan. Sampah popok bayi tersebar hampir diseluruh aliran sungai dan menutupi aliran kali kecil dan banyak pula yang mengendap di dasar sungai. Dengan kuantitasnya yang begitu banyak maka mengolah sampah popok bayi tidak semudah yang dibayangkan meski banyak daerah telah menjadikannya sebagai pupuk kompos ataupun vas bunga.

Data BPS menyebutkan, 2,4 juta bayi usia 0 – 3 tahun yang menggunakan popok bayi 3 kali sehari dan sebagiannya dibuang ke sungai, maka dapat dibayangkan berapa ton saat ini sampah popok yang memenuhi sungai. Pemprov Jatim saat ini telah memasang CCTV di  3 titik lokasi yang digunakan untuk memantau oknum pelaku pembuang sampah di sungai. Langkah awal social punishment ini diterapkan agar semua pihak ikut menjaga lingkungan dan kebersihan sungai.

Dengan momen HPSN Ibu Khofifah pada akhirnya kembali mengajak semua pihak, seluruh elemen dan penggiat lingkungan bahwa peringatan HPSN bukan sekedar seremoni. HPSN merupakan momentum untuk menggugah kesadaran kolektif, dimulai dari diri sendiri, mengelola sampah dengan benar. Mengurangi penggunaan kantong plastik rumah tangga dan mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ayo rek sedulur kabeh, podo isin ngguwak sampah sembarangan, opo maneh ning Kali (r@ss).





Komentar Via Website : 11
Milyfanie
02 Juli 2020 - 19:06:34 WIB
Thank you info nya admin

https://milyfanie.com/
Awal Kembali 12 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)