DLH-Jatim

Penanganan dan Pengendalian Sampah Regional di Jawa Timur.

Penanganan dan Pengendalian Sampah Regional di Jawa Timur.

admindlh | Kamis, 23 Mei 2019 - 07:03:08 WIB | dibaca: 685 pembaca

Selama manusia hidup & beraktifitas pasti akan menghasilkan sampah. Lalu bagaimana pengelolaan dan penanganannya selama ini? Topik itu menjadi tema program Bincang Siang JTV yg dihadiri Kadis LH Prov. Jatim , Diah Susilowati, Kadis LH Kab Sidoarjo, Sigit Setyawan, serta Ketua Komisi D Pembangunan DPRD Jatim, H. Eddy Paripurna melalui sambungan telepon langsung di studio JTV Graha Pena, Surabaya (Jumat, 17/05/2019).
Begitu urgensi penanganan timbulan sampah hasil aktifitas manusia yang kian tahun makin tak terkendali, DPRD Prov. Jatim bersama Pemprov Jatim saat ini sedang melakukan revisi perda sampah. Hal ini mengingat Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penyumbang sampah terbesar. Saat ini, Indonesia adalah penyumbang limbah sampah terbanyak no 3 di dunia. Prestasi yg sangat tidak membanggakan ini, mendorong Ibu Gubernur bersama seluruh stake holder (Aparat Pemerintah Provinsi/Kab/Kota, Seluruh masyarakat, LSM dan Dunia usaha) untuk saling bekerjasama dan berbagi peran, karena dalam penanganan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan dan dilakukan sendiri-sendiri. Saat ini produksi timbulan sampah di Jatim rata-rata mencapai 18.500 ton/hari dan diperkirakan hanya separuh saja yg tertangani sedangkan sisanya banyak dibuang begitu saja oleh masyarakat (non TPS dan ke sungai). 17 % lebih sampah yg dihasilkan masyarakat tersebut berupa limbah plastik berbahaya. Pemprov Jatim bersama Pemerintah Kab/Kota terus melaksanakan berbagai macam program dan aksi penyadaran masyarakat secara langsung melalui relawan lingkungan dan juga menyediakan drop box tempat sampah maupun membangun TPS di beberapa lokasi sepanjang aliran Sungai Brantas untuk mengurangi budaya masyarakat yg masih seenaknya membuang sampah terutama popok ke sungai. 
Diah Susilowati menyampaikan bahwa dalam Rapat Koordinasi Nasional tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Rakornas Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga yang dilaksanakan di Kementerian LHK,  dimana pihak KLHK menyelenggarakan Jakstranas yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 dan menetapkan target hingga 100 persen sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025.  Dengan Perpres tersebut maka Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota menjadi wajib untuk menyediakan anggaran dan menyusun Kebijakan dan Strategi Daerahnya (JAMSTRADA) dalam penanganan dan pengelolaan sampahnya melalui bermacam program dan kegiatan antara lain Edukasi dan Sosialisasi kepada masyarakat,  Program Berseri dsb. Hal ini merupakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 dimana wewenang pengelolaan sampah 60 persen ada berada ditangan pemerintah daerah. Terkait dengan program Adipura yang telah berjalan harus direvitalisasi agar dapat mewujudkan Indonesia Bersih Sampah pada tahun 2025. Nantinya parameter Jakstrada akan dimasukkan dalam penilaian Adipura, seperti menghitung jumlah penanganan dan pengurangan yang dilakukan oleh pemda. Jadi tidak sekadar sarana dan prasarana yang disediakan, tapi ada perencanaan yang betul-betul dilakukan oleh Pemda. Targetnya, sama dengan pemerintah pusat, pemda juga memberikan kontribusi dalam pengurangan dan penanganan sampah. Dokumen Jakstrada ini bukan dokumen kualitatif atau normatif melainkan dokumen kuantitatif. Hal ini merupakan suatu terobosan besar untuk menyelesaikan persoalan sampah di tahun 2025.
Di Kab. Sidoarjo yang telah memiliki 116 TPS dan saat ini merupakan yang paling banyak di Jawa Timur, dalam pengelolaan sampahnya secara faktual lebih dominan dalam penanganan sampah rumah tangga, menurut Sigit Setyawan. Jumlah hunian di Kab. Sidoarjo dibandingkan dengan Kabupaten lain di Jawa Timur tergolong tinggi dengan jumlah timbulan sampah rumah tangga yang dihasilkan sejumlah 1200 ton hari. Dari jumlah tersebut yang masuk ke TPA sejumlah 400 ton hari, sisanya sejumlah 715 ton hari belum terkelola dan tertangani dan banyak yang dibuang langsung oleh masyarakat ke sungai. Memang meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat RT/RW masih butuh banyak waktu, namun banyak program telah dijalankan antara lain dengan banyak hadirnya Bank Sampah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, Gerakan Nyemplung Kali dan lain sebagainya untuk mengurangi laju volume sampah yang masuk ke TPA
Langkah Penanganan Sampah dan Tantangan kedepan ?
Meski anggaran besar telah dikeluarkan yang diwujudkan dalam berbagai macam program kegiatan namun pada kenyataannya timbulan sampah tak kunjung berkurang. Meski secara cost biaya yang dikeluarkan sangat besar namun tetap hal ini merupakan salah satu bentuk program prioritas karena dampak bahaya kedepannya. Pelasaknaan program kegiatan ini juga tidak lepas dilakukan bersama masyarakat. Diharapkan kontribusi masyarakat tersebut mulai dari tingkatan paling rendah skala rumah tangga/RT dengan berbagai macam bentuk edukasi dan sosialisasi yang terus menerus agar terjadi perubahan perilaku sedikit demi sedikit. Dengan demikian pengelolaan dan penanganan sampah yang dulunya masih tersentralistik akan menjadi tidak lagi sesuai untuk diterapkan di era skrg. Sampah sudah ditangani diolah dan dipilah secara desentralistik di tingkat RT dan dan telah termanfaatkan dan didaur ulang di TPS setempat sehingga akan mengurangi timbulan di TPA.
Langkah nyata yang telah dilakukan di Kab. Sidoarjo antara lain di beberapa kecamatan di waru dan tulangan yang telah membangun TPS secara mandiri melalui dana APBDes. Padahal, membangun TPS dengan fasilitas standart membutuhkan biaya setidaknya 1 Milyar Rupiah. TPS Janti contohnya yang telah dikenal luas sebagai TPS 3R, dan merupakan contoh keberhasilan kontribusi masyarakat lingkungan lokal dan bahkan produk pupuk yang dihasilkannya telah diakui Eropa. 
Upaya lainnya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara terus menerus melalui berbagai macam program nyata. Saat ini Bank Sampah di Jawa Timur telah tumbuh menjadi 4600 unit, demplot IPAL Biogas dan Energi Listrik dsb. 
Untuk jenis sampah plastik yang tidak bisa diolah lagi masyarakat telah diajarkan untuk membuat Ecobrick yang dapat digunakan sebagai insfratruktur ringan dan Pemerintah setempat juga menghimbau pengelola retail untuk mengganti kresek dengan tas belanja ramah lingkungan. Pemerintah juga akan memberikan kebijakan ketat bagi dunia usaha untuk memperhatikan kemasan produk yang digunakan agar dari bahan yang ramah lingkungan yang dapat di daur ulang kembali.
Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah dan terus mengajak dunia usaha untuk dapat berinovasi mengelola sampah menjadi bentuk energi alternatif lainnya agar timbulan sampah di TPA tidak semakin tinggi.  Inovasi Teknologi akan sangat didukung Pemerintah dari pihak swasta seperti teknologi Incinerator ramah lingkungan yang tidak berasap dan mencemari lingkungan khususnya untuk penanganan limbah b3 medis yang berbahaya. Dengan peran swasta yang lebih dominan maka diharapkan Pemerintah hanya sebagai pembuat regulator saja.
Diperkirakan pada tahun 2020 nanti 47 TPA yang ada di seluruh Jawa Timur akan penuh. Langkah antisipasi adalah dengan membangun TPA Regional yang telah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kab/Kota. Saat ini Pemerintah Kab. Sidoarjo telah menyiapkan lahan di Kec. Jabon untuk Sanitary Landfill dengan anggaran pusat sebesar 300 Milyar dengan biaya pengelolaan 87 Milyar yang harus ditanggung APBD. Usia pakai diperkirakan hanya 5 tahun saja. 
Saat ini yang menjadi kendala dalam penanganan dan pengelolaan sampah jutru datang dari masyarakat itu sendiri karena umumnya masyarakat tidak mau bila rumahnya dekat dengan lokasi pengolahan sampah seperti yang terjadi di banyak lokasi di Jawa Timur. Dengan pendekatan yang dilakukan kedepan, diharapkan masyarakat akan memahami bahwa penentuan lokasi dan teknologi yang digunakan serta dampak yang akan timbul bagi masyarakat dalam pembangunan pengelolaan sampah multilandfil telah diperhitungkan matang tidak seperti pengolahan sampah konvensional yang ada saat ini (r@ss).





Komentar Via Website : 6
Dewo
03 Agustus 2019 - 22:32:31 WIB
Saatnya nambah konten fresh bos!
perusahaan jasa seo https://perusahaanseo.weebly.com
jasa seo https://www.changemakers.com/users/jasa-seo-handal
jasa seo indonesia http://jasaseo.today
StevpriozyAM
25 September 2019 - 03:10:30 WIB
Olanzapine Rx Customer Care [url=http://crdrugs.com]buy cialis[/url] Viagra Prix Pharmacie Ordonnance Finasteride 1mg Comment Acheter Priligy
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)