AKSI LINGKUNGAN

Pemprov Jatim Lakukan Aksi Bersih Kali Buntung - Sidoarjo

Pemprov Jatim Lakukan Aksi Bersih Kali Buntung - Sidoarjo

admindlh | Selasa, 21 Januari 2020 - 18:38:33 WIB | dibaca: 1531 pembaca

Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemprov Jatim, Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jatim, Dinas PU Pengairan Prov Jatim bersama Pemkab Sidoarjo, TNI AL, BBWS Brantas, Polsek Waru, Koramil Waru, Mahasiswa KKN Univ. Airlangga, Tagana Jatim beserta Relawan Penanggulangan Bencana Jatim serentak selama 3 (hari) ke depan melaksanakan bersih Kali Sihir, Kali Waru Pesantren dan sebagai prioritas di Kali Buntung, tepatnya di Desa Kedungrejo Kec. Waru, Sidoarjo (20/01/2020).

Aksi Bersih Kali ini dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir yang sering terjadi di kawasan bungurasih, wage dan sekitarnya. Kondisi Kali anak Sungai Brantas ini dari waktu ke waktu, kondisinya makin memprihatinkan.

Banyaknya tumpukan sampah rumah tangga berbagai macam jenis, mulai kasur, botol miras, pembalut wanita dan popok bayi bercampur baur jadi satu dengan enceng gondok yang tumbuh subur maka dipastikan kegiatan ini tidak bisa selesai dalam 1 -2 hari. Ke tiga sungai kecil yang sempit itu seakan tertutup rapat dengan banyaknya sampah dan enceng gondok sepanjang ratusan meter. Untuk membersihkan sampah-sampah ini, tidak memungkinkan bagi petugas untuk menggunakan alat berat karena banyaknya kabel, pipa PDAM, dan pipa gas PGN di sungai dekat jembatan bawah layang Waru ini.

Dulu lebar kali hampir 30 meter kini tinggal 15 meter bahkan kurang karena terdesak pemukiman warga. Telah berulangkali beberapa desa di kawasan Waru dan Taman terendam banjir akibat luapan Kali Buntung namun kondisi tersebut tidak membuat warga menjadi kapok tetap membuang sampah di sungai. Hal ini semakin diperparah dengan sedimentasi yang cukup tebal sehingga sungai menjadi dangkal.

Menurut Sekdaprov Jatim Heru Tjahyono, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mencarikan solusi normalisasi Kali Buntung ini. Momentum saat ini, sebagai gerakan awal jangka pendek adalah dengan sosialisasi berkelanjutan kepada warga masyarakat tentang larangan membuang sampah di sungai, langkah jangka panjang yang harus diterapkan adalah normalisasi Kali Buntung yang telah dilakukan sejak 2011. Sebagaimana diketahui, fungsi Kali Buntung adalah mengalirkan banjir. Namun hal ini menjadi kendala karena begitu padatnya pemukiman warga yang menghuni sempadan sungai secara illegal. Sistem pengendalian banjir yang ada hanya terkendala pada sisi pemanfaatan ruang sungai yang kini ditempati dan dihuni warga tersebut.

Dari pihak Akademisi, beberapa perguruan tinggi seperti Unibraw, ITS, Unesa, UIN Surabaya, UPN maupun UNAIR dengan koordinasi pemerintah setempat secara mandiri telah melakukan gerakan pengelolaan sungai Brantas dari Hulu sampe Hilir. Gerakan para mahasiswa ini merupakan bagian pengabdian masyarakat kampus kepada warga masyarakat sekitar sungai dalam memberikan sosialisasi mengenai dampak buruk sampah yang dibuang ke sungai serta edukasi pengelolaan kawasan sungai brantas.

Sementara dari pihak Kecamatan Waru, dari 17 Desa yang ada, 15 Desa telah mengalokasikan masing-masing 10 Juta Rupiah dari APBDes untuk menggaji 5 (lima) orang tenaga pengawas sampah di badan sungai. Selanjutnya, 8 (delapan) Desa telah aktif melaksanakan sosialisasi kepada warga masyarakat yang menghuni sempadan sungai secara illegal. Harapannya kedepan warga tersebut diberikan alternatif tempat tinggal lain yang layak seperti Rusunawa (r@ss).





Komentar Via Website : 1
Syahrini
30 Januari 2020 - 11:41:48 WIB
Semangat buat pemprov jatim dalam penanggulangan banjir di setiap daerah. Semoga dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan juga dapat membantu meningkatkan perekonomian. Kalian juga bisa bergabung dengan http://situsslot.co/ untuk memperbaiiki perekonomian kalian.
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)