SIARAN PERS

Gubernur Khofifah ingin mengembangkan penangkaran dan budidaya hewan langka dan dilindungi

Gubernur Khofifah ingin mengembangkan penangkaran dan budidaya hewan langka dan dilindungi

operator dlh | Senin, 18 November 2019 - 12:14:12 WIB | dibaca: 140 pembaca

Gubernur Khofifah ingin mengembangkan penangkaran dan budidaya hewan langka dan dilindungi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2019, di Kawasan Hutan Konservasi UB Forest, Desa Sumbersari, Kec.KarangPloso Kab. Malang, Minggu (17/11/2019).

Pada rangkaian kegiatan tersebut Gubernur Khofifah juga melepasliarkan sebanyak 7 ekor rusa dan 5 ekor kijang di lingkungan penangkaran UB Forest dan pencanangan Zona Taman Keanekaragaman Kehati CETTAR. Dan pemberian penghargaan penghargaan sebagai Pembina program kampung iklim (Proklim) terbaik se-Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim, menyampaikan konsep kerjasama strategis triangle antara KEK Singhasari, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, dan Universitas Brawijaya (UB) Forest, guna pengembangan sektor pariwisata puspa dan satwa serta agropolitan. Grand design-nya, Khofifah ingin mengembangkan penangkaran dan budidaya hewan langka dan dilindungi agar potensi satwa dilindungi di Indonesia tidak terus menurun tetapi sebaliknya justru jumlahnya bertambah. Di antara satwa langka yang ingin dikembangkan jika segala proses perizinanya dapat disetujui adalah penangkaran sekaligus pembudidayaan burung Cenderawasih dan juga burung Kakatua.

"UB Forest ini luasnya lebih dari 500 hektar. Sekitar tiga kilo meter ada KEK Singhasari. Serta dekat juga dengan BBIB Singosari milik Kementan. Ini kita ingin jadikan titik titik sinergitas. Antara KEK Singhasari yang punya kluster wisata dan UB Forest yang punya pengembangan wisata hutan, dan juga BBIB yang punya tempat penyimpanan semen beku ," kata Gubenur Khofifah.

Khofifah ingin ada penangkaran yang lebih luas. Terutama untuk satwa langka yang statusnya dilindungi, agar jumlahnya terus bertambah. Seperti burung Cenderawasih dan burung Kakatua. Untuk itu Pemprov Jawa Timur akan kordinasi triangle BBIB - UB - KEK untuk mengurus perizinan dan berbagai persyaratan ke pemerintah pusat mengingat role model seperti ini belum ditemukan di Indonesia. Dengan harapan pemerintah pusat bisa memberikan izin budidaya burung Cenderawasih dan Kakatua di Jawa Timur selanjutnya mendapatkan izin untuk memberikan sertifikasi burung hasil budi daya tersebut secara legal dapat di jual sehingga secara ekonomi dapat ditingkatkan dan secara populasi juga makin bertambah.

"Secara scientific saya telah diskusi dengan rektor UB sekaligus Dekan Fakultas Peternakan UB yang telah melakukan berbagai riset tentang pengembangbiakan varian burung," ujarnya. Lantaran sistem yang digunakan adalah dengan sistem penangkaran dan budidaya, dipastikan tidak akan mengganggu habita hewan tersebut bahkan sebaliknya akan mengembang biakkan. Bahkan ini akan jadi sumber ekonomi baru. Karena jika ditangkar, dan dikembang biakkan serta disertifikasi maka secara regulasi bagi mereka yang mau memiliki hewan tersebut keabsahannya terjamin karena sah cara mendapatkannya," kata Khofifah.
Teknisnya, Khofifah menjelaskan, semen beku untuk penangkaran bisa dititipkan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Untuk penelitian dan pengembangan bisa dilakukan oleh para dosen dan juga pihak dari UB Forest.

Sinergi ini, dikatakan mantan Menteri Sosial RI tersebut, sangat strategis. Khofifah bahkan menyebutnya adalah sinergi triangle lantaran juga jarak antar lokasi tiga instansi ini tidak terpaut jauh.
"Maka kita akan godok dan siapkan tim adhoc untuk triangle ini. Sementara ini kita telah membahas dengan Rektor UB dan Direktur UB Forest, selanjutnya kita perluas dengan BBIB dsn KEK ," ucap Khofifah.
Pihaknya optimistis penangkaran dan budidaya satwa langka khususnya Cenderawasih dan juga Kakatua selain melestarikan keanekaragaman hayati juga akan mendatangkan nilai ekonomi yang tinggi.
"Karena sekarang ini banyak orang cari burung Cenderawasih tapi malah di negara lain karena di negara tersebut ditangkar, dibudidayakan dan dijual secara legal. Kenapa nggak di Indonesia kita kembangkan, kita budidayakan," katanya. (idm)





Komentar Via Website : 3
MuriloccaJex
01 Desember 2019 - 14:37:13 WIB
#jut$%10
Has anyone used cashback services? tell me which one is better. thx!
JagoanUndangan
05 Desember 2019 - 11:49:03 WIB
JagoanUndangan
05 Desember 2019 - 11:49:36 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)