Isu Daerah

Limbah Scrap Kertas disusupi Limbah Plastik dan B3

Berkaca dari Temuan Limbah Plastik pada Kontainer Impor Scrap Kertas di Jawa Timur

operator dlh | Jumat, 21 Juni 2019 - 08:19:33 WIB | dibaca: 552 pembaca

Mengolah Sampah Menjadi Berkah, merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jatim dalam mengangkat ekonomi masyarakat untuk solusi sampah yang dihasilkan dari produksi lokal sendiri. Namun solusi itu menjadi dilema baru bila sampah yang diolah berasal dari residu sisa sampah impor yang tercemari limbah plastik dan B3 berbahaya. Hal ini sangat merugikan dan membawa dampak jangka panjang yang sangat buruk bagi kualitas lingkungan hidup di Jawa Timur. Apalagi saat ini Jawa Timur sedang darurat Limbah B3 yang belum sepenuhnya teratasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengharapkan Pemerintah Pusat untuk lebih ketat mengawasi impor sampah kertas yang masuk agar tidak tercampur dengan limbah berbahaya lainnya yang diselundupkan melalui dokumen impor scrap kertas. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan ada 16 kontainer barang impor yang tersusupi sampah plastik, 5 diantaranya masuk surabaya menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PLSB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati di Gedung KLHK. Pihak KLHK saat ini akan mengekspor balik lima kontainer sampah tersebut ke negara asalnya, yakni Amerika Serikat. Pengembalian sampah plastik itu harus mengacu pada Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) 31/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya (B3) dan Beracun dan hasil Konvensi Basel tentang B3. Negara China saat ini pun telah menghentikan impor jenis ini mengingat dampak jangka panjang yang ditimbulkan. Temuan kontainer di Surabaya, didalamnya ditemukan scrap kertas tercampur plastik dari sampah domestik, ada pempers, ada sepatu, ada kayu, ada bekas kemasan bahan kimia dan bekas kemasan oli. 

Didampingi Kepala Dinas LH Jatim Diah Susilowati dan Bupati Kab. Mojokerto Pungkasiadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat pemilah residu sampah sisa import dari industri kertas di Desa Bangun, Kec. Pungging, Kab. Mojokerto (19/06/2019). Sejauh mata memandang gundukan residu sampah hasil sortiran pabrik kertas yang dibeli warga bertumpuk di masing halaman rumah untuk dipilah dan dijual kembali ke pabrik lain.  Di satu sisi masyarakat di desa tersebut hanya mengandalkan memilah sampah sebagai sumber penghasilan utama mereka yang rata-rata sekitar 60 – 100 ribu perhari. Daerah yang dulunya minus kini menjadi berkecukupan dari berkah memilah sampah import. Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan sembako kepada 200 warga pemilah sampah serta 4 unit drop box sampah.
Gubernur Khofifah akan memberikan solusi terbaik agar masyarakat di Desa Bangun tetap mendapatkan penghasilan yang cukup sekaligus lingkungan hidup di Jawa Timur tetap terjaga dari limbah berbahaya yang tidak disadari secara langsung oleh masyarakat. Maju Industri Jawa Timur, Sehat dan Makmur Rakyatnya.
#ayojagalingkungan
#khofifahhebat
#jatimlestari
#dlhjatim
#jatimharmoni





Komentar Via Website : 20
Info Kesehatan
23 Juni 2019 - 16:26:47 WIB
mari terus belajar untuk lebih baik lagi. http://goo.gl/a3LLjp
rini
10 Juli 2019 - 08:00:04 WIB
Website anda bagus sekali bos...
grosir baju murah surabaya https://grosiransurabaya.com
rental mobil bali lepas kunci http://sriratubali.com
<a href="#">sugab</a>
12 Juli 2019 - 23:08:35 WIB
bhbb
oke
12 Juli 2019 - 23:10:55 WIB
<a href="#">oke</a>
Paket Umroh Desember
20 Juli 2019 - 21:32:40 WIB
Jual Keripik Singkong
28 Juli 2019 - 15:35:25 WIB
maturnuwun
Jual Makaroni goreng
28 Juli 2019 - 16:08:16 WIB
nice...
jgn lupa mampir https://makaronighiyas.ml
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)