DLH-Jatim

33 Industri menandatangai MOU Adopsi Sungai Brantas dengan Gubernur Jawa Timur

33 Industri menandatangai MOU Adopsi Sungai Brantas dengan Gubernur Jawa Timur

operator dlh | Senin, 29 Juli 2019 - 06:21:20 WIB | dibaca: 426 pembaca

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan enam industri di wilayah Jawa Timur, tentang program yang dicanangkan Gubernur Khofifah, yakni Adopsi Sungai Brantas. MoU ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yg telah dilakukan di hotel singgasana dimana saat itu telah di tanda tangani oleh 10 perusahaan dari 33 perusahaan yg direncanakan.
Keenam industri yang menandatangani yakni PT Miwon Indonesia, PT Mega Surya Eratama, PT Pertamina PHE WMO, PT Semen Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia, dan PT Adiprima Suraprinta. Ini berarti 16 industri yg telah melakukan MoU yang terlibat secara langsung di sungai Brantas.
"Program Adopsi Sungai Brantas ini menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah saja untuk menjaga kelestarian Sungai  Brantas tapi dunia industri, terutama yang juga memanfaatkan air dari Sungai Brantas," jelasnya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup di Pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (28/7).
Adopsi sungai Brantas merupakan Perwujudan Bhakti Keenam Program Nawa Bhakti Satya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yaitu Jatim Harmoni yang mengamanatkan untuk menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan melalui adopsi hutan dan sungai serta pembangunan berbasis DAS (Daerah Aliran Sungai),  MoU bersama pelaku usaha di sepanjang DAS Brantas untuk industri bersih berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan komitmen kalangan pelaku usaha untuk bersama-sama memelihara kondisi Sungai Brantas. Maksud MoU ini adalah optimalisasi pendayagunaan sumber daya pelaku Usaha di sepanjang DAS Brantas dan wilayah lainnya dalam rangka pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan di wilayah Sungai Brantas, yang berprinsip pada perlindungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup sesuai dengan kondisi spesifik daerah serta kearifan lokal.
Lebih lanjut,  gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut , “ menjaga Sungai Brantas ini sudah harus menjadi kesadaran bersama. "Tidak hanya sekedar tanggung jawab tapi juga ada awareness (kesadaran) dari semua pihak termasuk masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Brantas, kepedulian industri dalam program Adopsi Sungai Brantas ini bisa diwujudkan dengan banyak kegiatan. "Industri juga memiliki tanggung jawab menjaga agar industrinya tidak sampai mencemari lingkungan, khususnya air di sepanjang aliran Sungai Brantas," ungkapnya.
Seluruh industri, terutama yang terlibat MoU, lanjut dia, juga menjadi percontohan dalam menerapkan teknologi yang ramah lingkungan. Mulai dari sistem pengolahan limbah hingga dapat menghasilkan energi terbarukan. "Beberapa waktu lalu, saya sempat mendatangi salah satu industri yang ikut menandatangani MoU. Mereka sudah menerapkan teknologi mendaurulang plastik menjadi energi listrik. Hal ini bisa dilakukan oleh banyak industri lain," pungkasnya.





Komentar Via Website : 2
Melly
29 Juli 2019 - 08:50:22 WIB
Saatnya sering-sering update dong boss...
jasa SEO handal http://jasaseo.epizy.com
jasa SEO bergaransi https://social.microsoft.com/Profile/Jasa-SEO-Bergaransi
jasa SEO https://medium.com/@seohandal
Nina
08 September 2019 - 22:30:02 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)