Workshop Pengendalian dan Pemulihan Kerusakaan Lingkungan

admindlh | 12 Mei 2018 | dibaca: 722 pembaca

Tema:

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pertambangan yang tersebar hampir di seluruh kabupaten, baik berupa mineral logam, mineral bukan logam dan batuan. Hal ini tentunya menarik minat para pelaku usaha dan masyarakat sekitar untuk mengelola dan memanfaatkan hasil bahan galian tambang. Para pelaku usahapun beragam, dari skala kecil, memengah bahkan menengah keatas tertarik untuk melakukan kegiatan pertambangan dikarenakan bisnis ini sangat menguntungkan.









Kegiatan usaha tambang diperlukan dalam menunjang pembangunan fisik serta meningkatkan taraf hidup. Namun demikian bila pelaksanaannya menimbulkan dampak kerusakan lingkungan seperti terjadi banjir dan longsor maka akan berakibat merugikan baik materil maupun keselamatan jiwa. 




 




Banyaknya kerusakan lahan sebagai dampak eksplorasi oleh pelaku usaha/kegiatan pertambangan khususnya galian C di Jawa Timur, sedikit banyak telah merubah rona lahan yang dulu terjaga kelestariannya. Sesuai amanat Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sektor pengawasan berupa pembinaan dan sangsi oleh perangkat terkait masih sangat lemah. 




Dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 35 UU MINERBA “usaha pertambangan dilaksanakan dalam bentuk izin usaha pertambangan (IUP). Dalam perijinan tercantum kewajiban-kewajiban untuk melaksanakan teknik penambangan yang sesuai dan mengelola dampak lingkungan serta melakukan pemulihan lingkungan 



Tanggal : 30 Mei 2018 s/d 30 Mei 2018
Tempat : Surabaya
Pukul : 08.00 WIB