Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province
Selamat Datang di Halaman Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province

Penghargaan

Prestasi dan Penghargaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur

1. NIRWASITA TANTRA AWARD

Pemprov Jatim meraih penghargaan peringkat pertama "Nirwasita Tantra Award 2017" yang diserahkan langsung Bapak Presiden Jokowi melalui Menteri LHK kepada Wakil Gubernur Jawa Timur (Gus Ipul). Nirwasita Tantra merupakan penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Penghargaan ini dinilai berdasarkan dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dan sekarang telah berganti nama Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Penghargaan Nirwasita Tantra Award 2017 diikuti oleh 24 Provinsi 40 Kota dan 109 Kab/Kota dari seluruh Indonesia. Untuk tingkat Kabupaten/Kota Nirwasita Tantra Award diraih oleh Kabupaten Malang dan Kota Surabaya.

 

 

2. ADIWIYATA

Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan komponen penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, terutama untuk merubah perilaku masyarakat agar dapat mengintegrasikan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan. Perkembangan pendidikan lingkungan di indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an, namun masih dilakukan secara sporadic dan parsial. Untuk itu diperlukan program pengembangan pendidikan lingkungan hidup yang lebih terencana, konsisten dan terstruktur. Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan

 

3. ADIPURA

 Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi "Kota Bersih dan Teduh". Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang.

Adipura Kencana adalah penghargaan Adipura yang diberikan kepada kabupaten/kota yang selain memenuhi syarat kota berkelanjutan juga telah meraih anugerah Adipura minimal tiga kali berturut-turut. Adipura Kencana Tahun 2017 diberikan kepada 6 kota dan kabupaten di Indonesia. Jawa Timur meraih 3 (tiga)  piala Adipura Kencana yaitu :

 1. Kota Surabaya, Jawa Timur.
2. Kota Malang, Jawa Timur.
3. Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

 

4. KALPATARU


 Program Kalpataru sebagai wujud inisiatif lokal dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pada Puncak perhelatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Manggala Wana Bhakti – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan yaitu Kelompok Nelayan SAMUDERA BAKTI dari Dusun Krajan Desa Bangsring Kec. Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dengan kegiatan Penyelamat Ikan dan Terumbu Karang. Selanjutnya untuk Kategori Pelestari Fungsi Lingkungan sesuai dengan Keputusan Gubernur Jatim No. 188/560/KPTS/013/2017 diberikan kepada :
a. Kategori Perintis Lingkungan yaitu
Bapak SUYADI dari Ds. Hargomulyo, Kec. Ngrambe Kabupaten Ngawi.
b. Kategori Penyelamat Lingkungan
i. Kelompok Tani AMBUDI MAKMUR 2, Ds. Mur Molak Desa Kramat Kab. Bangkalan.
ii. Forrest Management Unit (FMU) ENGGAL MULYO, Desa Mrayan, Kec. Ngrayun Kabupaten Ponorogo.
iii. Kelompok Tani Hutan (KTH) SUMBER MAKMUR dari Dusun Tegalrejo, Desa Sumber sari Kec. Tempeh Kabupaten Lumajang.
c. Kategori Pembina Lingkungan
i. Sdr. Ir. BAMBANG IRIANTO dari Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing Kota Malang.
ii. Sdr. Drs. H. SATRIJO WIWEKO, MT dari Kelurahan Wates Kota Mojokerto
iii. Sdr. SUHARIONO, S. AP dari Desa Oro-oro Ombo Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang (red)



5. PROGRAM BERSERI

Program BERSERI merupakan salah satu upaya Pemerintah provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Desa/Kelurahan yang Bersih dan Lestari (Ramah Lingkungan) dengan melibatkan semua pihak mulai dari perangkat Desa/Kelurahan dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga ada kebijakan Desa/kelurahan yang peduli dengan lingkungan, membangun budaya ramah lingkungan dalam memanfaatkan dan mengelola sumberdaya alam serta mengembangkan kemampuan dan kebersamaan dalam mengelola lingkungan, yang pada akhirnya segenap lapisan masyarakat Desa/Kelurahan turut ikut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Program BERSERI (Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari) merupakan model pemberdayaan masyarakat dan aparat desa/kelurahan agar mau dan mampu menumbuh kembangkan potensi Desa/kelurahan  sehingga semua lapisan masyarakat berperilaku dan berbudaya ramah lingkungan untuk mewujudkan Desa/Kelurahan yang Bersih dan Lestari. Oleh karena itu  dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan insentif (rangsangan) dan desentif (pemberdayaan), yaitu pembinaan, fasilitasi dan pembentukan kader lingkungan dengan pendampingan/pendekatan secara intensif.








Tags :

  • Copyright © 2018 Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur