Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province
Selamat Datang di Halaman Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur - Smart Province Green Province

Indeks Kualitas Udara (IKU)

Kontribusi beban pencemaran udara di Jawa Timur berasal dari berbagai aspek, namun sumber pencemar utama berasal dari kegiatan transportasi dan industri, adapun sumber pencemar lain berasal dari aktifitas domestik, pengelolaan sampah, dan kebakaran hutan serta aktivitas pembakaran lain. IKU dihitung berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara ambient dengan metode passive sampler. Metode ini dilaksanakan KLHK, yang dilakukan pada 15 (lima belas) dari total 38 (tiga puluh delapan) kabupaten/kota se Jawa Timur, sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, dengan durasi 2 (dua) minggu dalam setiap kali pemantauan. Pemantauan pada masing-masing kota dilakukan di 4 (empat) lokasi, yaitu area Transportasi, Industri, Perkantoran dan Perumahan. Parameter yang diuji dengan metode ini terbatas pada parameter NO2 dan SO2. Metode pengukuran ini merupakan metode standar yang saat ini diberlakukan secara Nasional untuk digunakan dalam pernghitung IKU di Provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Skala nilai IKU adalah 0 – 100, dimana semakin tinggi nilai IKU berarti kualitas udara, khususnya terkait parameter NO2 dan SO2 semakin baik.

Perhitungan IKU di Jawa Timur menggunakan metode pemantauan sesaat di 38 Kabupaten/Kota dan metode pemantauan Passive sampler pada 15 lokasi. IKU Jawa Timur tahun 2016 yang dihitung berdasarkan hasil pemantauan sesaat pada lokasi 38 Kabupaten/Kota adalah 90,09 yang berarti berada pada kondisi Sangat Baik. Capaian IKU Jawa Timur berada diatas IKU Nasional yang menggunakan metode pemantauan Passive sampler dan berada pada level 81,78 atau pada kondisi Baik.

Secara umum kecenderungan IKU Jawa Timur cenderung naik dari waktu ke waktu. Namun demikian, capaian IKU di Jawa Timur tahun 2016 menurun dibandingkan dengan tahun 2015 yang nilainya melejit naik sangat drastis dari tahun 2014.

Kualitas Udara terbaik Jawa Timur dicapai oleh Kab. Sumenep dengan nilai IKU 89,07. Adapun tiga Kabupaten dengan IKU terendah adalah Kabupaten Probolinggo, Kota Surabaya dan Gresik dengan nilai IKU berturut-turut adalah 79,69, 74,86 dan 65,81.



konsentrasi CO di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur memenuhi Baku Mutu, dimana Konsentrasi CO rata-rata diseluruh lokasi adalah 6.428,27 µg/Nm³ sedangkan Baku Mutu untuk CO sesuai Pergub Jatim adalah 22.600 µg/Nm³. Nilai CO tertinggi ada pada area padat transportasi di Kab. Tuban (1.4733,1 µg/Nm³)dan minimal ada di area Permukiman di Kab. Bondowoso (68,75 µg/Nm³). Nilai rata-rata CO di wilayah permukiman (5.657,96 µg/Nm³) lebih rendah dari pada lokasi industri (6495,96 µg/Nm³) dan lokasi padat transportasi memiliki nilai rata-rata tertinggi (7.130,91 µg/Nm³).



Kecenderungan CO dan O3  naik dari tahun 2015 ke 2016 adapun kecenderungan PM 10 dan Pb turun.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan amanah undang-undang maupun peraturan perundangan dibawahnya terkait pengendalian pencemaran udara dengan melakukan berbagai program kegiatan sebagai berikut:

1) Penyusunan dan Pelaksanaan Peraturan Perundangan di Bidang Pengendalian Pencamaran Udara

  • Pemberlakuan Baku Mutu udara emisi dan ambien melalui Peraturan Gubernur No. 10 tahun 2009.
  • Penerapan kebijakan pemerintah dalam  pengendalian pencemaran udara yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999.
  • Penerapan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 63 Tahun 1993 tentang Ambang Batas Laik Jalan Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, Kereta Tempelan, Karoseri dan Baku Muatan serta Komponen-Komponennya, yang dikontrol oleh Dinas Perhubungan Provinsi JawaTimur dan di tingkat kabupaten/kota melalui dana APBD;
  • Penerapan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 9 Tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, yang dikontrol oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan di tingkat kabupaten/kota melalui dana APBD;
  • Penerapan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM 70 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, yang dikontrol oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan di tingkat kabupaten/kota melalui dana APBD;
  • Penerapan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 67 tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca yang dikontrol oleh SKPD terkait di level Provinsi dengan dana APBD Provinsi Jawa Timur;

2) Penyediaan anggaran pengelolaan lingkungan melalui dana APBD, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Dekonsentrasi

3) Tindakan Persuasif melalui program pembinaan dan penilaian kinerja lingkungan Instansi Pemerintah, Swasta maupun masyarakat umum yang berdampak pada perbaikan mutu udara:

  • Pembinaan pengelolaan lingk. bagi industri dan kegiatan usaha lainnya.
  • Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan melalui PROPER
  • Penghargaan Kalpataru bagi pelestari dan penyelamat lingkungan.
  • Program Adiwiyata, Program Desa/Kelurahan Bersih Sehat Lestari (Berseri), dan Program Kota/Kabupaten Sehat, dimana salah satu indikatornya adalah perindangan dan Hutan Kota.
  • Perolehan Jawa Timur dalam penghargaan dan prestasi di bidang lingkungan sangat menonjol, penghaargaan Adiwiyata, Kabupaten/Kota Sehat, dan Kalpataru mendapatkan penghargaan terbanyak se Indonesia.
  • Pemberian penghargaan lingkungan di tingkat lokal seperti Desa Berseri, Program Kampung Iklim.
  • Pemberian penghargaan terhadap pengelolaan lingkungan terhadap industri seperti PROPER oleh KLHK serta Industri Hijau oleh Kementerian Perindustrian

4) Tindakan Represif berupa pelaksanaan Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan.





Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa 159 industri telah diawasi tingkat ketaatannya, nasil evaluasi belum menunjukkan angka yang menggembirakan sehingga masih harus ditingkatkan lagi kemampuan kegiatan usaha dalam memenuhi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup, termasuk pengedalian pencemaran udara.

5) Pemantauan rutin kualitas udara ambien secara rutin pada lokasi pemukiman, lalu lintas padat dan sekitar industri.

6) Kegiatan untuk menurunkan beban pencemaran dan pemberdayaan masyarakat terkait pengendalian pencemaran udara.

  • Kegiatan Car Free Day hampir di setiap kabupaten/kota, diantaranya: Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Kediri, dll.
  • Penghijauan dan reboisasi, melalui: Gerakan penanam satu milyar pohon melalui OBIT, perindangan jalan, pemanfaatan pekarangan melalui Program Kawasan Rumah Pangan Lestari.
  • Penerapan ecco office melalui surat edaran Gubernur Jawa Timur.

Tags :

  • Copyright © 2018 Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur